Organisasi, adalah suatu kata yang terdiri dari sepuluh huruf dan memiliki arti susunan atau badan, menurut kamus Bahasa Indonesia. Kata inilah yang paling saya ingat ketika pertama kali dilantik menjadi Ketua GBYC. Bagaimana caranya agar GBYC yang baru berdiri mandiri menjadi sebuah organisasi yang lebih mapan?
Anggota sudah ada, sekretariat terpaksa meminjam rumah orang tua saya, uang kas ada, dan masalah pun tentu saja ada. Mulai dari sulitnya mengajak (atau lebih tepatnya memaksa?) anggota aktif untuk mau menjadi pengurus sampai masalah “partitur yang sudah diberi tidak gampang dikembalikan” membuat saya harus melakukan beberapa perubahan.
Susunan kepengurusan selanjutnya mengalami beberapa perubahan yang akan saya ceritakan kemudian. Hierarki sengaja dibuat agak horizontal untuk menanamkan paham bahwa kita semua masih sama-sama harus banyak belajar sehingga komunikasi berjalan tidak kaku. Seksi dana dan usaha yang bermasalah di kepengurusan sebelumnya dihilangkan karena tidak ada yang merasa mampu mengisi jabatan ini. Konsekuensinya adalah pengeluaran yang harus lebih diperketat, salah satunya adalah dengan cara membuat slogan ke-partitur-an yang baru: “Diberikan berarti dipinjamkan (dan harus dikembalikan)”.
Ketika para pengurus telah saya “ajak” untuk mau bertanggung jawab atas bidangnya masing-masing, agenda saya selanjutnya mengenai organisasi adalah adanya steering commitee. Tujuannya adalah menampung aspirasi anggota dan memastikan kepengurusan berjalan sesuai dengan fungsinya. Maksud baik ini sayangnya tidak lagi berarti gara-gara trauma dengan ketidakjelasan status steering commitee yang dahulu bernama “penasihat”.
AD/ART juga menjadi perhatian saya semenjak Sang Wakil Ketua dan Sang Mantan Sekretaris menyatakan perlunya perubahan pada AD/ART. Akan tetapi, mimpi ini kembali kandas di tengah jalan gara-gara saya bertanya,
“Emang perubahan AD/ART itu tugas pengurus yah?”
Sejak itu secara perlahan-lahan tapi pasti, semangat untuk mengubah AD/ART yang awalnya menggebu-gebu sekarang tinggal menjadi debu. Hal ini terjadi juga karena mengingat sulitnya mengadakan rapat anggota dengan segala persyaratannya yang harus diadakan untuk mengubah sebuah AD/ART.

